JURI

Lim Ai Hooi

Filsafat Ai Hooi terhadap musik dan pengajaran paduan suara berasal dari pandangannya bahwa perjalanan musik yang sejati adalah perjalanan yang dipenuhi dengan ketulusan, cinta, dan kualitas. Ai Hooi menggunakan penciptaan musik sebagai platform untuk berbagi dan menanamkan nilai-nilai dan keyakinannya kepada penyanyi-penyanyinya, serta mengilhami mereka untuk memanfaatkan keindahan musik sebagai sarana menciptakan pengalaman yang menyentuh hati para pemirsa.

Ai Hooi secara aktif berkontribusi pada pengembangan paduan suara lokal, melalui pembinaan terhadap para conductor dan penyanyi paduan suara usia muda. Selain memimpin beberapa paduan suara sekolah menengah di lingkup lokal, Ai Hooi juga mendirikan ONE Chamber Choir, paduan suara untuk remaja dan dewasa. ONE menjalin kemitraan dengan Song Lovers Choral Society pada tahun 2010 (sebelumnya dikenal sebagai Lee Howe Choral Society), untuk memantapkan paduan suara usia remaja. Pada tahun 2017, paduan suaranya meraih the 2nd Prize kategori Mixed Choirs di 15th  International Chamber Choir Competition Marktoberdorf 2017, serta the Special Prize of the Carl-Orff-Stiftung Diessan am Ammersee untuk interpretasi lagu terbaik yang ditampilkan perdana dalam kompetisi untuk “The Emigrant” oleh Wolfram Buchenberg. Pada tahun 2018, paduan suara yang dipimpinnya, ikut serta dalam 10th World Choir Games di Tshwane, Afrika Selatan dan meraih Gold di ketiga kategori yang mereka ikuti, termasuk predikat Champion of World Choir Games di kategori Chamber Choir.

Ai Hooi juga menjadi conductor Hwa Chong Institution Choir sejak tahun 2000 yang telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Champion kategori Mixed Choir di 5th World Choir Games 2008, Absolute Winner (top choir across categories) di Festival of Songs Olomouc, dan Prix Du Public (Public Prize) di 2010 Florilège vocal de Tour.

Ai Hooi juga ikut mendirikan Sourcewerkz PL , yang sekaligus memantapkan panggilannya untuk mengajar, menyentuh, dan memperbaharui komunitas dan penikmat paduan suara di lingkup yang lebih luas. Hingga saat ini, Sourcewerkz telah menyelenggarakan Winter Choral Festival di Hong Kong sejak 2010 dan Festival Coros de Verão di Lisbon sejak 2012, serta berbagai lokakarya bersama para ahli paduan suara internasional. Pada tahun 2014, Ai Hooi menjadi konseptor dan pengarah 1st Singapore International Choral Festival (SICF). Sejak saat itu, SICF telah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 10.000 penyanyi paduan suara dan sekarang dalam proses persiapan festival yang ke-6.

 

Lim Ai Hooi

 (Singapura)

Susanna Saw

 (Malaysia)

Susanna Saw

Susanna Saw adalah pengajar musik yang mempromosikan pendidikan musik dan kepaduansuaraan di Malaysia. Saat ini, Susanna menjabat sebagai dosen dan choir director di Faculty of Music, University of Malaya (UM) dan Malaysian Institute of Art (MIA). Susanna juga menjadi conductor MIA Ladies Chorus, yang telah memenangkan banyak Gold Medals dari berbagai kompetisi internasional.

Pada tahun 2007, Susanna juga mendirikan Young Choral Academy di Kuala Lumpur, sebuah wadah bagi para pecinta paduan suara untuk belajar lebih banyak tentang kepaduansuaraan. Susanna juga berperan penting dalam menghadirkan Kodály Training Course di Malaysia untuk meningkatkan standar pengajaran musik di kelas.

Sejak 2007 dan seterusnya, secara berkala, Susanna diundang oleh Interkultur Foundation, Jerman, untuk menjadi anggota Juri untuk Asia Pasifik dan World Choir Games. Susanna juga telah dipercaya sebagai Working Committee untuk Asia-Pacific Choral Council, yang berada di bawah naungan International Federation of Choral Music (IFCM). Susanna juga menjabat sebagai Organizing Chairperson untuk 24th International Kodály Symposium 2019 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Melalui simposium ini, diharapkan filosofi pengajaran Kodály dapat tersebar luas di wilayah Asia.

Agastya Rama Listya

Agastya Rama Listya lahir pada 18 Februari 1968 di Yogyakarta. Ia memperoleh gelar Sarjana Seni Komposisi Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1992. Gelar magisternya dalam paduan suara diterima dari Luther Seminary dan St. Olaf College, Minnesota, di Amerika Serikat pada tahun 2001. Ia mempelajari komposisi dengan almarhum  RMAP Suhastjarja, almarhum Slamet Abdul Syukur, Robert Walker, dan Carolyn Jennings. Dia belajar paduan suara di bawah bimbingan Ester Gunawan, I Gusti Ngurah Wiryawan Budhiana, Martin Behrmann, Robert Scholz dan Anton Armstrong. Pada tahun 2018, Agastya menyelesaikan gelar PhD dalam bidang Etnomusikologi di Universitas Otago di Selandia Baru.

Sebagai komposer dan arranger aktif, sebagian besar karya paduan suara diminta  oleh paduan suara profesional dan universitas untuk kompetisi, festival atau konser. Komposisinya berkisar karya modern hingga  tradisional. Baru-baru ini, ia  tertarik  mengeksplorasi musik rakyat Indonesia.  Musik rakyat Indonesia  menjadi inspirasi untuk beberapa karyanya.

Agastya  menjadi kontributor reguler buletin online Choral Net Indonesia dan International Choral Bulletin yang diterbitkan oleh International Federal for Choral Music. Beberapa tulisannya diterbitkan oleh Yayasan Musik Gereja di Jakarta dan Penerbit Andi di Yogyakarta.

Dia  aktif  sebagai Choir director  Gereja Kristen Indonesia Salatiga dari tahun 2007 hingga saat ini dan secara teratur mengadakan  konser  tahunan . Ia juga menjadi Choral Director Voice of SCWU (1993 – 2007), Ensemble Vokal Mahasiswa Satya Wacana Lentera Kasih (1994 – 2011), Satya Wacana Vocal Consort (2011), dan saat ini, Agastya adalah artistik direktur Lux Aeterna Vocal Ensemble (2015 – sekarang).

Sejak November 2018, Agastya adalah kepala Departemen Musik Universitas  Satya Wacana.

Agastya Rama Listya

 (Indonesia)

Budi Utomo Prabowo

 (Indonesia)

Budi Utomo Prabowo

Budi Utomo Prabowo (Tommy) lahir di Semarang. Tommy mulai belajar piano pada usia lima tahun, kemudian juga belajar biola. Selanjutnya Tommy belajar musik secara formal di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Pada tahun 1993 – 2000, Tommy memimpin Paduan Suara Katedral St. Caecilia, Jakarta. Kemudian Tommy belajar teknik conducting di Detmold (Karl-Heinz Bloemeke) dan Freiburg (Hans-Michael Beuerle dan Scott Sandmeier), Jerman dan menyelesaikan Master of Performing Arts (Diplom Musiker) pada tahun 2006. Selama menyelesaikan studinya, Tommy juga memimpin beberapa paduan suara gereja dan juga paduan suara University of Freiburg, Freiburger Bachchor dan Freiburger Kammerensemble.

Sekembalinya ke Indonesia, Tommy bersama bariton Joseph Kristanto mendirikan sekolah musik Musicasa. Tommy mengajarkan teknik conducting, vokal, dan teori musik. Tommy juga sering dipercaya menjadi juri kompetisi paduan suara dan piano baik di tingkat nasional maupun internasional. Selajutnya, Tommy juga mendirikan Camerata Vocale Jakarta Chamber Choir dan Concordia Community Orchestra, yang tampil secara berkala di Jakarta. Sebagai pianis musik kamar (chamber), Tommy tampil dengan para penyanyi dan para pemain instrumental. Tommy juga menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2009 – 2015. Sejak tahun 2016, Tommy menjabat sebagai Music Director di Jakarta City Philharmonic.

Indra Listiyanto

Music Director of :

  • MAGNIFICAT Church Choir Studio – Bandung
  • SVADITRA – Bandung Chamber Choir
  • HOSANNA Children Choir – GKI Kebonjati Bandung
  • BANDUNG  ARMONICI  POLIFONIA Orchestra
  • Formerly Music Director of ITB Choir – Bandung (2005-2011)

Ia telah memimpin / melatih paduan suara-paduan suara terkemuka seperti : SANGGAR SUSVARA, PSM-UNPAR (1986 – 1991) dan PSM-ITB; Tahun 1996 ia memimpin PS. kontingen Jawa Barat di PESPARAWI NASIONAL V – yang meraih JUARA I, dan terpilih menjadi dirigen terbaik. Sejak 2001 ia membentuk dan membina MAGNIFICAT CHURCH CHOIR STUDIO – Bandung. Menangani sebagai dirigen dan pelatih, serta menjadi Music Director dari ITB Choir dari 2005 – 2011. Menjadi Artistic Director dari ITB International Choral Competition & Festival Paduan Suara ITB di th. 2010.

Indra Listiyanto saat ini sering diundang menjadi juri dan memberikan workshop pada berbagai kompetisi paduan suara, baik nasional maupun internasional. Antara lain : Pada bulan April dan Mei 2005 ia diundang sebagai juri dan memberikan choral workshop di Singapore Youth Festival. Pada bulan April 2006 Ia diundang untuk memberikan workshop dan mempresentasikan musik Indonesia dalam Hawai’i International Choral Festival. Di bulan Agustus 2014 dan Juli 2015, dia diundang sebagai juri di The 1st Singapore International Choral Festival dan The 2nd Singapore International Choral Festival.

Di bulan Mei 2016, diundang sebagai Pembicara dan Pembina dalam acara “CHORALFEST 2016”, yang diselenggarakan oleh STT Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang.

Bersama ITB Choir telah meraih berbagai penghargaan di kompetisi paduan suara internasional.Juli 2006 meraih 2 Gold Medal dan 2 Silver Medal di ajang “The 4th World Choir Games – Xiamen, China”. Juli 2009 meraih beberapa penghargaan di Kompetisi PS  Internasional “C.A. Seghizzi” di Gorizia – Itali : Menjadi Pemenang 1/Premio untuk satu sub-kategori Musik Kontemporer ; Ranking 2 Folklore dan Juara III kategori Folklore & Gospel ; dan ranking 4 untuk kategori Polifoni Monografik – Kontemporer. September 2011 menjadi Juara 1 untuk kategori Folklore, serta ranking 3 untuk kategori Polifoni Periodik – Kontemporer di kompetisi paduan suara internasional di Arezzo, Italia.

Bersama Magnificat Choir, beberapa kali diundang untuk berpartisipasi dalam festival paduan suara internasional. Bulan Juni 2005 diundang ke International Church Music Festival di Bern-Swiss, dengan dirigen Sir David Wilcocks dan Paul Leddington Wright. Di bulan Juli 2014 diundang berpartisipasi dalam The 19th International Choral Festival en Provence & Aveyron, Perancis.

Di tahun 2012 membentuk SVADITRA – Bandung Chamber Choir. Di bulan Agustus 2013, SVADITRA telah mendapat kehormatan diundang sebagai paduan suara tamu untuk tampil bersama Philippine Madrigal Singers di Manila, dalam memperingati perayaan ulang tahunnya yang ke 50 tahun. Serta diorganisir oleh Cultural Center of Philippines untuk melakukan concert tour di beberapa kota di Filipina.

Indra Listiyanto

 (Indonesia)

Diani Rinarti Sitompul

 (Indonesia)

Diani Rinarti Sitompul

Menyelesaikan pendidikan terakhir di Institut Seni Indonesia – Yogyakarta Fakultas Kesenian, Jurusan Musik, pada tahun 1993. Mulai mencintai vokal klasik ketika menjadi murid Ibu Santhy Suthadi, kemudian memperdalam vokal dengan mengikuti beberapa Klinik Vokal seperti dengan William Dickinson, Jonathan Velasco dan Marijke Tenkate , dan terakhir belajar vokal opera kepada Chinatsu Hirayama.

Pengalaman dalam bidang seni suara yaitu:

  • Pada tahun 1991, membawa paduan suara pemuda HKBP Yogyakarta, meraih juara 1 tingkat Distrik VIII se Jawa – Kalimantan, disusul dengan prestasi lainnya.
  • Menjadi dosen Jurusan Vokal dan Paduan Suara di IKIP Jakarta tahun 1996 -1998, dosen tamu di STT Jakarta, mengajar vokal dan paduan suara di Kursus Musik Gereja – STT Jakarta, serta melatih Paduan Suara fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996 – 2000.
  • Sebagai konduktor, beberapa pengalaman yang berkesan adalah : pada Paduan
  • Suara Nathania di California – Ontario Adventist Church, USA 1998, Paduan
  • Suara Anak Kresendo dan Diani Choir ( paduan suara yang dibentuknya ) meraih juara pada beberapa lomba se-DKI dan tingkat Nasional yang diikuti antara tahun 2003 – 2014, hingga mengikuti Asean Choir Games, Konduktor pada Konser bersama Diani Choir yang diadakan di Singapore pada tahun 2004 dan 2006.
  • Pengalaman melatih vokal untuk pertunjukan Musikal, seperti pada Sekolah internasional Binus dan Siswa Muda, drama musikal “Putih Hitam Lasem ” oleh ArtBeat di Jakarta, Konser Musikal Tanah Airku, Paskah dan Broadway konser oleh Diani Choir. Konduktor sekaligus pelatih paduan suara beberapa instansi di Jakarta seperti Kantor Pajak, Kehutanan, Angkasa Pura 1, dan BPK-RI, dalam acara kenegaraan dan sebagainya, sekitar tahun 2008 – 2014. Sebagai penampil vokal solo klasik, pegalamannya antara lain:
    • Mass Bb Schubert Concert, Grand Melia Hotel – Jakarta
    • A Path to Romantic Era, Goethe Haus Jakarta
    • Soprano Soprano, Erasmus Huis Jakarta
    • From Mozart to Puccini, Jakarta, Yogyakarta, Bali.
    • Fashion Opera, Berlin, Germany.
    • A Night of Italian Opera Arias, featuring La Traviata by G. Verdi, 26 Oktober 2011 di Erasmus Huis, Jakarta
    • Membawakan Italian Opera Arias & Duets dalam konser murid dan guru musik di Kingsdale 11-19 Foundation School, 6 Januari 2012, , London, England
    • Konser A night with Verdi and Puccini. Gedung Kesenian Jakarta dan Most Favorite Opera Arias bersama Nusantara Symphony Orchestra, Jakarta.
    • Resital vokal solo: It’s The Simple Me, Diani, Gedung Kesenian Jakarta.

Hingga kini, aktif melatih paduan suara gereja, instansi, pelatih tamu, baik di Jakarta maupun di provinsi lainnya, pelatih tamu di beberapa universitas, memberikan workshop dan lokakarya bidang vokal, serta aktif sebagai Juri tingkat daerah, Provinsi dan Nasional.

JURI

Lim Ai Hooi

 (Singapura)

Filsafat Ai Hooi terhadap musik dan pengajaran paduan suara berasal dari pandangannya bahwa perjalanan musik yang sejati adalah perjalanan yang dipenuhi dengan ketulusan, cinta, dan kualitas. Ai Hooi menggunakan penciptaan musik sebagai platform untuk berbagi dan menanamkan nilai-nilai dan keyakinannya kepada penyanyi-penyanyinya, serta mengilhami mereka untuk memanfaatkan keindahan musik sebagai sarana menciptakan pengalaman yang menyentuh hati para pemirsa.

Ai Hooi secara aktif berkontribusi pada pengembangan paduan suara lokal, melalui pembinaan terhadap para conductor dan penyanyi paduan suara usia muda. Selain memimpin beberapa paduan suara sekolah menengah di lingkup lokal, Ai Hooi juga mendirikan ONE Chamber Choir, paduan suara untuk remaja dan dewasa. ONE menjalin kemitraan dengan Song Lovers Choral Society pada tahun 2010 (sebelumnya dikenal sebagai Lee Howe Choral Society), untuk memantapkan paduan suara usia remaja. Pada tahun 2017, paduan suaranya meraih the 2nd Prize kategori Mixed Choirs di 15th  International Chamber Choir Competition Marktoberdorf 2017, serta the Special Prize of the Carl-Orff-Stiftung Diessan am Ammersee untuk interpretasi lagu terbaik yang ditampilkan perdana dalam kompetisi untuk “The Emigrant” oleh Wolfram Buchenberg. Pada tahun 2018, paduan suara yang dipimpinnya, ikut serta dalam 10th World Choir Games di Tshwane, Afrika Selatan dan meraih Gold di ketiga kategori yang mereka ikuti, termasuk predikat Champion of World Choir Games di kategori Chamber Choir.

Ai Hooi juga menjadi conductor Hwa Chong Institution Choir sejak tahun 2000 yang telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Champion kategori Mixed Choir di 5th World Choir Games 2008, Absolute Winner (top choir across categories) di Festival of Songs Olomouc, dan Prix Du Public (Public Prize) di 2010 Florilège vocal de Tour.

Ai Hooi juga ikut mendirikan Sourcewerkz PL , yang sekaligus memantapkan panggilannya untuk mengajar, menyentuh, dan memperbaharui komunitas dan penikmat paduan suara di lingkup yang lebih luas. Hingga saat ini, Sourcewerkz telah menyelenggarakan Winter Choral Festival di Hong Kong sejak 2010 dan Festival Coros de Verão di Lisbon sejak 2012, serta berbagai lokakarya bersama para ahli paduan suara internasional. Pada tahun 2014, Ai Hooi menjadi konseptor dan pengarah 1st Singapore International Choral Festival (SICF). Sejak saat itu, SICF telah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 10.000 penyanyi paduan suara dan sekarang dalam proses persiapan festival yang ke-6.

 

Susanna Saw

 (Malaysia)

Susanna Saw adalah pengajar musik yang mempromosikan pendidikan musik dan kepaduansuaraan di Malaysia. Saat ini, Susanna menjabat sebagai dosen dan choir director di Faculty of Music, University of Malaya (UM) dan Malaysian Institute of Art (MIA). Susanna juga menjadi conductor MIA Ladies Chorus, yang telah memenangkan banyak Gold Medals dari berbagai kompetisi internasional.

Pada tahun 2007, Susanna juga mendirikan Young Choral Academy di Kuala Lumpur, sebuah wadah bagi para pecinta paduan suara untuk belajar lebih banyak tentang kepaduansuaraan. Susanna juga berperan penting dalam menghadirkan Kodály Training Course di Malaysia untuk meningkatkan standar pengajaran musik di kelas.

Sejak 2007 dan seterusnya, secara berkala, Susanna diundang oleh Interkultur Foundation, Jerman, untuk menjadi anggota Juri untuk Asia Pasifik dan World Choir Games. Susanna juga telah dipercaya sebagai Working Committee untuk Asia-Pacific Choral Council, yang berada di bawah naungan International Federation of Choral Music (IFCM). Susanna juga menjabat sebagai Organizing Chairperson untuk 24th International Kodály Symposium 2019 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Melalui simposium ini, diharapkan filosofi pengajaran Kodály dapat tersebar luas di wilayah Asia.

Agastya Rama Listya

 (Indonesia)

Agastya Rama Listya lahir pada 18 Februari 1968 di Yogyakarta. Ia memperoleh gelar Sarjana Seni Komposisi Musik dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1992. Gelar magisternya dalam paduan suara diterima dari Luther Seminary dan St. Olaf College, Minnesota, di Amerika Serikat pada tahun 2001. Ia mempelajari komposisi dengan almarhum  RMAP Suhastjarja, almarhum Slamet Abdul Syukur, Robert Walker, dan Carolyn Jennings. Dia belajar paduan suara di bawah bimbingan Ester Gunawan, I Gusti Ngurah Wiryawan Budhiana, Martin Behrmann, Robert Scholz dan Anton Armstrong. Pada tahun 2018, Agastya menyelesaikan gelar PhD dalam bidang Etnomusikologi di Universitas Otago di Selandia Baru.

Sebagai komposer dan arranger aktif, sebagian besar karya paduan suara diminta  oleh paduan suara profesional dan universitas untuk kompetisi, festival atau konser. Komposisinya berkisar karya modern hingga  tradisional. Baru-baru ini, ia  tertarik  mengeksplorasi musik rakyat Indonesia.  Musik rakyat Indonesia  menjadi inspirasi untuk beberapa karyanya.

Agastya  menjadi kontributor reguler buletin online Choral Net Indonesia dan International Choral Bulletin yang diterbitkan oleh International Federal for Choral Music. Beberapa tulisannya diterbitkan oleh Yayasan Musik Gereja di Jakarta dan Penerbit Andi di Yogyakarta.

Dia  aktif  sebagai Choir director  Gereja Kristen Indonesia Salatiga dari tahun 2007 hingga saat ini dan secara teratur mengadakan  konser  tahunan . Ia juga menjadi Choral Director Voice of SCWU (1993 – 2007), Ensemble Vokal Mahasiswa Satya Wacana Lentera Kasih (1994 – 2011), Satya Wacana Vocal Consort (2011), dan saat ini, Agastya adalah artistik direktur Lux Aeterna Vocal Ensemble (2015 – sekarang).

Sejak November 2018, Agastya adalah kepala Departemen Musik Universitas  Satya Wacana.

Budi Utomo Prabowo

 (Indonesia)

Budi Utomo Prabowo (Tommy) lahir di Semarang. Tommy mulai belajar piano pada usia lima tahun, kemudian juga belajar biola. Selanjutnya Tommy belajar musik secara formal di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Pada tahun 1993 – 2000, Tommy memimpin Paduan Suara Katedral St. Caecilia, Jakarta. Kemudian Tommy belajar teknik conducting di Detmold (Karl-Heinz Bloemeke) dan Freiburg (Hans-Michael Beuerle dan Scott Sandmeier), Jerman dan menyelesaikan Master of Performing Arts (Diplom Musiker) pada tahun 2006. Selama menyelesaikan studinya, Tommy juga memimpin beberapa paduan suara gereja dan juga paduan suara University of Freiburg, Freiburger Bachchor dan Freiburger Kammerensemble.

Sekembalinya ke Indonesia, Tommy bersama bariton Joseph Kristanto mendirikan sekolah musik Musicasa. Tommy mengajarkan teknik conducting, vokal, dan teori musik. Tommy juga sering dipercaya menjadi juri kompetisi paduan suara dan piano baik di tingkat nasional maupun internasional. Selajutnya, Tommy juga mendirikan Camerata Vocale Jakarta Chamber Choir dan Concordia Community Orchestra, yang tampil secara berkala di Jakarta. Sebagai pianis musik kamar (chamber), Tommy tampil dengan para penyanyi dan para pemain instrumental. Tommy juga menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2009 – 2015. Sejak tahun 2016, Tommy menjabat sebagai Music Director di Jakarta City Philharmonic.

Indra Listiyanto

 (Indonesia)

Music Director of :

  • MAGNIFICAT Church Choir Studio – Bandung
  • SVADITRA – Bandung Chamber Choir
  • HOSANNA Children Choir – GKI Kebonjati Bandung
  • BANDUNG  ARMONICI  POLIFONIA Orchestra
  • Formerly Music Director of ITB Choir – Bandung (2005-2011)

Ia telah memimpin / melatih paduan suara-paduan suara terkemuka seperti : SANGGAR SUSVARA, PSM-UNPAR (1986 – 1991) dan PSM-ITB; Tahun 1996 ia memimpin PS. kontingen Jawa Barat di PESPARAWI NASIONAL V – yang meraih JUARA I, dan terpilih menjadi dirigen terbaik. Sejak 2001 ia membentuk dan membina MAGNIFICAT CHURCH CHOIR STUDIO – Bandung. Menangani sebagai dirigen dan pelatih, serta menjadi Music Director dari ITB Choir dari 2005 – 2011. Menjadi Artistic Director dari ITB International Choral Competition & Festival Paduan Suara ITB di th. 2010.

Indra Listiyanto saat ini sering diundang menjadi juri dan memberikan workshop pada berbagai kompetisi paduan suara, baik nasional maupun internasional. Antara lain : Pada bulan April dan Mei 2005 ia diundang sebagai juri dan memberikan choral workshop di Singapore Youth Festival. Pada bulan April 2006 Ia diundang untuk memberikan workshop dan mempresentasikan musik Indonesia dalam Hawai’i International Choral Festival. Di bulan Agustus 2014 dan Juli 2015, dia diundang sebagai juri di The 1st Singapore International Choral Festival dan The 2nd Singapore International Choral Festival.

Di bulan Mei 2016, diundang sebagai Pembicara dan Pembina dalam acara “CHORALFEST 2016”, yang diselenggarakan oleh STT Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang.

Bersama ITB Choir telah meraih berbagai penghargaan di kompetisi paduan suara internasional.Juli 2006 meraih 2 Gold Medal dan 2 Silver Medal di ajang “The 4th World Choir Games – Xiamen, China”. Juli 2009 meraih beberapa penghargaan di Kompetisi PS  Internasional “C.A. Seghizzi” di Gorizia – Itali : Menjadi Pemenang 1/Premio untuk satu sub-kategori Musik Kontemporer ; Ranking 2 Folklore dan Juara III kategori Folklore & Gospel ; dan ranking 4 untuk kategori Polifoni Monografik – Kontemporer. September 2011 menjadi Juara 1 untuk kategori Folklore, serta ranking 3 untuk kategori Polifoni Periodik – Kontemporer di kompetisi paduan suara internasional di Arezzo, Italia.

Bersama Magnificat Choir, beberapa kali diundang untuk berpartisipasi dalam festival paduan suara internasional. Bulan Juni 2005 diundang ke International Church Music Festival di Bern-Swiss, dengan dirigen Sir David Wilcocks dan Paul Leddington Wright. Di bulan Juli 2014 diundang berpartisipasi dalam The 19th International Choral Festival en Provence & Aveyron, Perancis.

Di tahun 2012 membentuk SVADITRA – Bandung Chamber Choir. Di bulan Agustus 2013, SVADITRA telah mendapat kehormatan diundang sebagai paduan suara tamu untuk tampil bersama Philippine Madrigal Singers di Manila, dalam memperingati perayaan ulang tahunnya yang ke 50 tahun. Serta diorganisir oleh Cultural Center of Philippines untuk melakukan concert tour di beberapa kota di Filipina.

Diani Rinarti Sitompull

 (Indonesia)

yelesaikan pendidikan terakhir di Institut Seni Indonesia – Yogyakarta Fakultas Kesenian, Jurusan Musik, pada tahun 1993. Mulai mencintai vokal klasik ketika menjadi murid Ibu Santhy Suthadi, kemudian memperdalam vokal dengan mengikuti beberapa Klinik Vokal seperti dengan William Dickinson, Jonathan Velasco dan Marijke Tenkate , dan terakhir belajar vokal opera kepada Chinatsu Hirayama.

Pengalaman dalam bidang seni suara yaitu:

  • Pada tahun 1991, membawa paduan suara pemuda HKBP Yogyakarta, meraih juara 1 tingkat Distrik VIII se Jawa – Kalimantan, disusul dengan prestasi lainnya.
  • Menjadi dosen Jurusan Vokal dan Paduan Suara di IKIP Jakarta tahun 1996 -1998, dosen tamu di STT Jakarta, mengajar vokal dan paduan suara di Kursus Musik Gereja – STT Jakarta, serta melatih Paduan Suara fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1996 – 2000.
  • Sebagai konduktor, beberapa pengalaman yang berkesan adalah : pada Paduan
  • Suara Nathania di California – Ontario Adventist Church, USA 1998, Paduan
  • Suara Anak Kresendo dan Diani Choir ( paduan suara yang dibentuknya ) meraih juara pada beberapa lomba se-DKI dan tingkat Nasional yang diikuti antara tahun 2003 – 2014, hingga mengikuti Asean Choir Games, Konduktor pada Konser bersama Diani Choir yang diadakan di Singapore pada tahun 2004 dan 2006.
  • Pengalaman melatih vokal untuk pertunjukan Musikal, seperti pada Sekolah internasional Binus dan Siswa Muda, drama musikal “Putih Hitam Lasem ” oleh ArtBeat di Jakarta, Konser Musikal Tanah Airku, Paskah dan Broadway konser oleh Diani Choir. Konduktor sekaligus pelatih paduan suara beberapa instansi di Jakarta seperti Kantor Pajak, Kehutanan, Angkasa Pura 1, dan BPK-RI, dalam acara kenegaraan dan sebagainya, sekitar tahun 2008 – 2014. Sebagai penampil vokal solo klasik, pegalamannya antara lain:
    • Mass Bb Schubert Concert, Grand Melia Hotel – Jakarta
    • A Path to Romantic Era, Goethe Haus Jakarta
    • Soprano Soprano, Erasmus Huis Jakarta
    • From Mozart to Puccini, Jakarta, Yogyakarta, Bali.
    • Fashion Opera, Berlin, Germany.
    • A Night of Italian Opera Arias, featuring La Traviata by G. Verdi, 26 Oktober 2011 di Erasmus Huis, Jakarta
    • Membawakan Italian Opera Arias & Duets dalam konser murid dan guru musik di Kingsdale 11-19 Foundation School, 6 Januari 2012, , London, England
    • Konser A night with Verdi and Puccini. Gedung Kesenian Jakarta dan Most Favorite Opera Arias bersama Nusantara Symphony Orchestra, Jakarta.
    • Resital vokal solo: It’s The Simple Me, Diani, Gedung Kesenian Jakarta.

Hingga kini, aktif melatih paduan suara gereja, instansi, pelatih tamu, baik di Jakarta maupun di provinsi lainnya, pelatih tamu di beberapa universitas, memberikan workshop dan lokakarya bidang vokal, serta aktif sebagai Juri tingkat daerah, Provinsi dan Nasional.